PELBAGAI KETERGANTUNGAN DI
INDONESIA PADA KURUN WAKTU TAHUN 1980 MELALUI KACA MATA ANDRE GUNDER FRANK
Artikel
oleh
JURUSAN
SOSIOLOGI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
JEMBER
2015
Abstrak
Ketergantungan atau dikenal dengan istilah
dependence sering kali di simbolkan melalui dunia ke tiga. Ketergantungan
merupakan problem yang sering dialami oleh negara ketiga. Sebagai negara
ketiga, indonesiapun ikut tergolong di
dalamnya. Indonesia juga tidak bisa terlepas dari yang namanya ketergantungan.
Ketergantungan hadir akibat dari model modernisasi yang sampai saat ini
dijadikan penyimbolan dari negara maju.
Indonesia yang ingin mengikuti arah dari model modernisasi secara tidak
langsung akan melakukan praksis dari model modernisasi. Namun karena penyamaan
dari modernisasi tidak didukung dengan SDM dan ketersediaan alat, maka
indonesia menjadi ketergantungn terhadap luar negeri. Ketergantungan mulai dari
alat teknologi, hutang luar negeri, dan kebutuhan komoditi yang lain. ketergantungan
yang dialami di indonesia tidak semata-mata hadir begitu saja pada saat ini.
Jika flashback ke belakang sejenak, indonesia mengalamai ketergantungan
terhitung dari tahun 1980. Ketergantungan yang di alami oleh indonesia pada
kurun waktu 1980 yaitu ketergantungan gula dan juga ketergantungan terhadap
hutang luar negeri. Tentu pandangan dari para tokoh pencetus dari teori
depedence akan dicoba untuk jadi dasar menganalisis dari ketergantungan
indonesia pada tahun 1980 oleh penulis. Tokoh pencetus dari teori dependece yang
terkenal yaitu andre gunder frank. Maka hal ini berfungsi untuk mengetahui dasar
permasalahan pada tahun 1980 melalui ketergantungan gula dan hutang luar negeri
oleh indonesia.
Kata kunci : ketergantungan, tahun 1980, teory
dependence
Pendahuluan
Kehidupan dewasa ini seiring dengan kemajuan
teknologi sebagai akibat dari perkembangan zaman, hal ini banyak mempengaruhi
aspek nilai dari kehidupan masyarakat. Sebagai contoh masyarakat mulai bergerak
kearah yang lebih modern dengan ditandai hadirnya beragam alat teknolgi canggih
dari segi fungsinya. [1]Hadirnya
Sentuhan teknologi, membantu manusia melalui beragam kemudahan, dapat menghemat
tenaga, dapat mempersingkat waktu, dapat mempersempit jarak, dan dapat
memastikan hasil yang diinginkan”.
Kemunculan pelbagai macam kebutuhan seperti
teknologi informasi, alat transportasi dan kebutuhan-kebutuhan penunjang
lainnya bagi masyarakat modern, merupakan sebagai akibat dari konsep model
moderenasasi yang telah menjamur kuat dimasyarakat. Modernisasi memaksakan
masyarakat dari dunia ketiga untuk mengikuti asusmi dasar dari konsep modern
yang di gambarkan oleh negara maju. Tentu hal ini akan sulit di capai untuk
negara dunia ketiga. Hal inilah yang menjadi dasar penyebab negara ketiga
seperti indonesia terjerumus masuk kelubang ketergantungan. Sejalan dengan itu
Hassan SB (2008 : 358) mengatakan [2]“model
negara yang paham betul bagaimana cara melakukan modernisasi di negaranya,
akhirnya akan meraih kemajuan yang mengagumkan. Satunya model negara
terbelakang, dengan memilih modernisasi yang ternyata membawa kemunduran.”
Hadirnya masyarakat modern merupakan akibat dari
percepatan perkembangan teknologi yang semakin maju. Tentu perkembangan dari
teknologi memunculkan perkembangan dan perubahan. Dimana [3]“ditandai
dengan ciri-ciri: semakin mudah, halus, cepat, indah, megah dan canggih.
Hal-hal ini dapat nampak pada pembangunan sekarang ini. Peralatan yang semakin
baik, gedung-gedung megah pencakar langit dll”. Namun melalui perkembangan teknologi yang semakin
cepat, tentu juga akan menghadirkan dampak negatif dari percepatan teknologi.
Salah satunya, akan mengakibatkan psikologi sosial tergangu sebagai akibat dari
ketergantungan terhadap barang produksi.
Lebih jauh lagi,
ketergantungan yang hadir di indonesia sampai saat ini tertuju kepada ketergantungan
kebutuhan komoditi. Seperti yang kita ketahui, indonesia yang merupakan negara
berbasis pertanian sering kali mengalami pelbagai masalah. mulai dari krisis
kebutuhan komoditi seperti gula pada tahun 1980, pangan bahkan sampai
persempitan lahan produktif. [4]purwono
& heni (2007:3) mengutarakan “sampai saat ini ketergantungan pangan padi
masih sangat besar. Dari total kalori yang dikomsumsi oleh masyarakat indonesia
hampir 60% dicukupi oleh beras. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi
pola ketahanan pangan nasional. Penurunan produksi padi akibat gagal panen atau
sebab lain akan berpengaruh terhadap kecukupan pangan nasional.” Selanjutnya
ketergantungan gula yang disebabkan oleh kegagalan mempertahankan produksi gula
pada tahun 1980. [5]“Diawali
pada krisis moneter tahun 1998, harga gula mengalami fluktuasi. Karena
ketergantungan Indonesia dalam mengimpor gula ke luar negeri, maka harga gula
juga disesuaikan dengan harga pasaran diluar negeri, hal ini yang menyebabkan
harga gula mengalami fluktuasi”
Pelbagai ketergantungan yang hadir di indonesia
tidak hanya menyebar luas akhir-akhir ini saja. Namun ketergantungan tersebut
telah dimulai sejak tahun 1980. Artikel
ini sengaja dibuat oleh penulis, bukan hanya sekedar tuntutan untuk syarat
kelulusan mata kuliah sosiologi pembangunan. Namun lebih jauh, untuk mengungkap
dan mengetahui pelbagai ketergantung yang di alami indonesia pada kurun waktu
tahun 1980. Selanjutnya juga bagaimana pandangan dari tokoh seperti andre
gunder frank dari pencetus terory dependence menjadi dasar analisa penulis
untuk mengorek informasi pelbagai ketergantungan yang menimpa indonesia pada
tahun 1980.
Pembahasan
Modernisasi
menjadi arah dari ketergantungan
Modernisasi merupakan sebuah istilah yang sering
digunakan orang untuk menilai suatu
negara dikatakan sebagai negara maju. Modernisasi yang seiring dengan
perkembangan zaman sering disimbolkan melalui negara maju melalui aspek-aspek
kehidupan, kerja, produksi, budaya dll. tentu jika berbicara tentang modernisasi sedikit banyak akan membahas
anggapan tentang modern. Tentu anggapan tersebut harus berlandaskan pada teori modernisasi. Sebelum
membahas tentang teori modernisasi. Hadirnya dari modernisasi juga berdampak
terhadap hadirnya westernisasi, bagja waluya (2007:95) mengatakan “[6]westernisasi
sendiri memiliki makna meniru perilaku dan tindakan orang barat yang dianggap
modern dan selanjutnya melupakan budaya sendiri”. Hadirnya moderinisasi di
negara berkembang atau negara dunia ketiga seperti halnya indonesia.
Seolah memaksakan masyarakat untuk dapat
terarah ke model modern melalui segi
tindakan, gaya, dan perilaku menyamai orang barat.
Tentu hal tersebut akan berdampak buruk, karena
hadirnya westernisasi pada masyarakat dunia ketiga akan membuat kesadaran pada
aktivitas perilaku dan tindakan masyarakat di negara dunia ketiga berusaha
menyamai orang barat. Tentunya jika tindakan dan perilaku tersebut berusaha menyamai
orang barat maka aktivitas dari segi ekonomi misalnya, akan hanya membuat
ketergantungan terhadap produk dari yang dihasilkan orang barat. Karena untuk
menyamai dengan orang barat maka, akan juga menyamai dari aspek kehidupan yang digunakan orang barat seperti baju,
teknologi, perilaku dll.
Setelah berbicara westernisasi sebagai akibat dari
modernisasi, maka posisi dari modernisasi melalui teorinya yaitu teori
modernisasi harus mampu menjawab dari ketergantungan. Maka definisi dari teori
modernisasi harus dapat berkorelasi dengan keaadan lokal di indonesia. Arif budiman (2006 : 9) menyangkal bahwa Teori
modernisasi [7]
“yakni teori yang mengatakan bahwa kemiskinan suatu negara berpangkal pada
persoalan internal negara bersangkutan, dan karenanya solusi yang diperlukan
adalah memodernkan negara tersebut menjadi pilihan utama untuk menjelaskan dan
memproyeksikan pembangunan negara.” Menurutnya [8]kemiskinanan
ataupun ketergantungan adalah akibat dari bekerjanya kekuatan-kekuatan luar
yang menyebabkan negara gagal melalui pembangunannya.
Selanjutnya arif budiman berbicara tentang inti dari
teori ketergantungan yang pada taraf ini berseinergi dengan keadaan di
indonesia. [9]“Menurutnya
teori ketergantungan adalah bahwa sebab utama kemiskinan dan kegagalan
pembangunan di negara-negara dunia ketiga bukan karena keterlambatan
modernisasi, tapi justru karena adanya campur tangan kapitalis yang dapat
menghambat dan menghalangi perkembangan negara itu”. pernyataan arif budiman
ini secara ekplisit menyadarkan kita bahwa ketergantungan yang sampai detik
dialami oleh indonesia bukan terjadi melalui masalah internal. melainkan adanya
campur tangan orang luar (kapitalis) yang membuat bangsa mengalami kemunduran
dan tidak berkembang dan hanya mengandalkan orang luar. Maka hal inilah yang mengakibatkan ketergantungan indonesia
terhadap orang luar (kapitalis)
Ketergatungan
Yang Terjadi Di Indonesia Pada Kurun Waktu 1980
Ketergantungan yang kerap kali hadir di indonesia
sampai saat ini tetap menjalar. Mulai dari ketergantungan teknologi dan kebutuhan
komoditi. Ketergantungan yang hadir di dunia ketiga, seperti yang diungkap oleh
arif budiman memilki dampak yang buruk bagi perkembangan dan kemajuan negara.
Tuturnya, ikut campurnya peran kapitalis
yang membuat negara dunia ketiga seperti halnya indonesia yang membuat ketergantungan itu menjalar sampai
saat ini. Indonesia yang mulai terjerumus kedalam jurang ketergantungan hadir
kurang lebih pada kurun waktu 1980.
Ketergantungan
yang di alami di indonesia pada kurun waktu 1980 yaitu ada pada ketergantungan
gula dan hutang luar negeri. Seperti yang di kutip penulis, Adwin
Surya Atmadja (2000 : 8 ) mengungkapkan [10] “Karena semakin
pesatnya pembangunan dan terbatasnya kemampuan pemerintah untuk secara terus
menerus menjadi penggerak utama pembangunan nasional, terutama sejak krisis
harga minyak dunia awal tahun 1980-an, menyebabkan pemerintah harus mengambil
langkah-langkah deregulasi di berbagai sektor pembangunan Karena semakin
pesatnya pembangunan dan terbatasnya kemampuan pemerintah untuk secara terus
menerus menjadi penggerak utama pembangunan nasional, terutama sejak krisis
harga minyak dunia awal tahun 1980-an, menyebabkan pemerintah harus mengambil
langkah-langkah deregulasi di berbagai sektor pembangunan Dengan semakin besarnya minat
investasi swasta, tapi tanpa didukung oleh sumber-sumber dana investasi di
dalam negeri yang memadai, telah mendorong pihak swasta melakukan
pinjaman ke luar negeri, baik dalam bentuk pinjaman komersial maupun
investasi”.
Tentu hadirnya ketergantungan terhadap modal yang
diberikan oleh negara lain kepada indonesia Secara langsung dapat membantu indonesia. Namun pada jangaka panjang hal ini hanya akan
membuat negara indonesia semakin ketergantungan secara berkelanjutan terhadap
negara pemberi modal.
Selanjutnya
ketergantungan gula yang dihadapi indonesia pada kurun waktu tahun 1980.
Ketergantungan komoditi ini di awali pada tahun 1998, meskipun pada kurun waktu
1980 pengahasilan gula mengalami peningkatan selama kurang lebih 9
tahun. Namun pada sekitar tahun 1998 barulah mulai ketergantungan
terjadi. [11]
“Diawali pada krisis moneter tahun 1998, harga gula mengalami fluktuasi. Karena
ketergantungan Indonesia dalam mengimpor gula ke luar negeri, maka harga gula
juga disesuaikan dengan harga pasaran diluar negeri, hal ini yang menyebabkan
harga gula mengalami fluktuasi” . tentu permasalah ketergantungan pada dasarnya
di mulai dari kesalahan pada tahun 1980. Dimana pada tahun tersebut indonesia kurang
mampu mempertahankan ketahanan komoditi gula. yang selanjutnya komoditi gula kandas
dan mengalami ketergantungan pada kurun tahun 1998.
.Andre Gunder Frank Memandang
Problem Pada Tahun 1980 Melalui Teori Depedence
Pencetus
teori dependence salah satu tokoh yang paling termasyur yaitu Andre Gunder
Frank. Frank secara ekplisit menjelaskan kenapa negara-negara pada dunia
ketiga cenderunga ketergantungan terhadap
negara maju. Frank dalam (koirudin : 229) menyatakan dalam [12]teori
ketergantungannya, bahwa keterbelakangan negara-negara Dunia ketiga adalah
berangkat dari akibat-akibat struktural. Artinya seiring dengan makin majunya
negara dunia pertama atau maju, maka pada saat yang sama negara dunia ketiga
akan mengalami teralienasi.”
Tentu sependapat dengan frank, dengan problem
masalah ketergantungan 1980. hal ini tentu sangat berkorelasi sekali. Dimana
karena posisi dari dunia pertama
mengalami kemajuan maka tentu dari semua aspek dunia ketiga akan berkaca dan
mempersepsikan idealitas dari negara pertama, tentu sebab dari itu negara dunia
ketiga mengalami keterasingan. Pada taraf kebertahanan ekonomi, memang negara
dunia pertama dinilai lebih stabil. sebab inilah yang membuat negara dunia ketiga meminta sokongan bantungan
modal untuk tujuan kestabilan ekonomi untuk menyamai negara dunia pertama . tentu
hal tersebut tidak akan pernah bisa terjadi. Sebab secara teori, kemajuan dari
dunia pertama karena sangat cepat maka hal itu akan sulit di ikuti oleh negara
dunia ketiga yang baru berusaha maju.
Maka selamanya kedok dari bantuan modal dari negara
dunia pertama hanya akan menjadi jebakan bagi dunia ketiga untuk terus
ketergantungan modal hutang luar negeri. Tentu perihal tersebut berkolerasi
dengan apa yang dihadapi oleh indonesia pada kurun waktu tahun 1980. Dengan
melalui problem hutang luar negeri yang sering dilakukan oleh indonesia. Hal
itu akan terus menjadi dasar ketergantungan indonesia. yang pada taraf
ini, tidak hanya pada ketergantungan
Hutang luar negeri namun juga ketergantung Komoditi gula yang diangkat oleh
penulis diatas pada tahun 1980. Yang di
akibatkan dari ketidakmampuan dari dunia ketiga terhadap dunia pertama.
Kesimpulan
Ketergantungan yang hadir di indonesia mulai dari
ketergantungan komoditi dan juga ketergantungan hutang luar negeri sering
menjadi problema tersendiri bagi indonesia. Hadirnya konsep modernisasi dan
juga westernisasi yang menjadi akibat dari hadirnya ketergantungan terhadap
negara pertama. Modernisasi memaksakan masyarakat dari dunia ketiga untuk
mengikuti asusmi dasar dari konsep modern yang di gambarkan oleh negara maju.
Tentu hal ini akan sulit di capai untuk negara dunia ketiga. Hal inilah yang
menjadi dasar penyebab negara ketiga seperti indonesia terjerumus masuk
kelubang ketergantungan.
Sejalan dengan itu, westernisasi juga dinilai
sebagai model dari ketergantungan. westernisasi pada masyarakat dunia ketiga
akan membuat kesadaran pada aktivitas perilaku dan tindakan masyarakat di
negara dunia ketiga berusaha menyamai orang barat. Tentunya jika tindakan dan
perilaku tersebut berusaha menyamai orang barat maka aktivitas dari segi
ekonomi misalnya, akan hanya membuat ketergantungan terhadap produk dari yang
dihasilkan orang barat. Problem ketergantungan tidak semata-semata hadir di
indonesia begitu saja. Ketergantungan yang dialami di indonesia di awali sejak
tahun 1980. Mulai dari ketergantungan Hutang luar negeri dan juga ketergantungan
komoditi seperti halnya gula. Tentu praktek tersebut akan membuat negara ketiga
semakin ketergantungan terhadap negara pertama.
Selanjutnya posisi dari ketergantungan dilihat oleh
kacamata Andre Gunder Frank. diamenjelaskan kenapa negar-negara pada dunia
ketiga cenderunga ketergantungan
terhadap negara maju. Lalu dia menyatakan dalam teori ketergantungannya, bahwa
keterbelakangan negara-negara Dunia ketiga adalah berangkat dari akibat-akibat
struktural. Artinya seiring dengan makin majunya negara dunia pertama atau
maju, maka pada saat yang sama negara dunia ketiga akan mengalami teralienasi.
Tentu sependapat dengan frank, dengan problem masalah ketergantungan 1980.
hal ini tentu sangat berkorelasi sekali. Dimana
karena posisi dari dunia pertama mengalami
kemajuan maka tentu dari semua aspek dunia ketiga akan berkaca dan
mempersepsikan idealitas dari negara pertama, tentu sebab dari itu negara dunia
ketiga mengalami keterasingan dan juga ketergantungan
______________________________________________________________
Daftar pustaka :
Gea
AA .2005.“Relasi Dengan Dunia (alam, iptek & kerja).PT Elex Media
Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta.
Purwono
& Purnamawati H.2007. “budidaya 8 jenis tanaman panggul”. Penebar
Swadaya.Depok.
Basya
HS.2008. “Kubisikan Pesan Cinta Untukmu (untaian nasehat penuh cinta untuk kaum
muda islam saat melawati masa-masa “kritis” keremaajannya)” . mirqat. Jakarta
Waluya B.2007. “menyelami fenomena
sosial di masyarakat”PT Setia Inves. Bandung.
Budiman
arif.2006. “Kebebasan, Negara, Pembangunan:
kumpulan tulisan, 1965-2005”.Pustakan Alfabet & freedom institut. Jakarta.
Koirudin.2005.
“Menuju Partai Advokasi”. Pustaka Tokoh Bangsa. Yogyakarta
Atmadja AS.2000. “utang luar negeri pemerintah
indonesia : perkembangan dan dampaknya”. Artikel. Fakultas ekonomi. Universitas
kristen petra surabaya.
Dachliani, D.M . 2006, “permintaan impor gula indonesia tahun 1980 – 2003”. Tesis, Program
Studi Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, universitas diponegoro semarang
[1]Antonius
Atosokhi Gea pada buku “Relasi Dengan Dunia (alam, iptek & kerja) Hal 181
[2]Hassan samsi
basya pada buku “Kubisikan Pesan Cinta Untukmu (untaian nasehat penuh cinta
untuk kaum muda islam saat melawati masa-masa “kritis” keremaajannya)” hal 358
[3]Antonius
Atosokhi Gea pada buku “Relasi Dengan Dunia (alam, iptek & kerja) Hal 182
[4]Purwono dan heni
purnamawati pada buku “budidaya 8 jenis tanaman panggul” hal 3
[5]Dachliani pada
tesis “permintaan impor gula indonesia tahun
1980 – 2003” hal 65
[6]Bagja waluya
pada buku “menyelami fenomena sosial di masyarakat” hal 95
[7]Arif
budiaman pada buku “Kebebasan, Negara, Pembangunan: kumpulan tulisan,
1965-2005” pengantar hal 9
[8]Ibid
[9]Arif
budiaman pada buku “Kebebasan, Negara, Pembangunan: kumpulan tulisan,
1965-2005” pengantar hal 11
[10] Adwin Surya Atmadja, pada jurnal “utang luar negeri pemerintah indonesia
: perkembangan dan dampaknya” hal 88
[11]Dachliani pada
tesis “permintaan impor gula indonesia
tahun 1980 – 2003” hal 65
[12] Koirudin pada
buku “menuju partai advokasi” Hal 229

Tidak ada komentar:
Posting Komentar