Minggu, 27 Desember 2015

Sosiologi pembangunan "ketergantungan indonesia pada tahum 1980"




PELBAGAI KETERGANTUNGAN DI INDONESIA PADA KURUN WAKTU TAHUN 1980 MELALUI KACA MATA ANDRE GUNDER FRANK

Artikel


oleh


Februdi Akbar        (130910302014
  Email                      februdi.akbar1995@gmail.com
 Blog                      februdiakbar.web.unej.ac.id                       
                         


JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2015







Abstrak
Ketergantungan atau dikenal dengan istilah dependence sering kali di simbolkan melalui dunia ke tiga. Ketergantungan merupakan problem yang sering dialami oleh negara ketiga. Sebagai negara ketiga, indonesiapun  ikut tergolong di dalamnya. Indonesia juga tidak bisa terlepas dari yang namanya ketergantungan. Ketergantungan hadir akibat dari model modernisasi yang sampai saat ini dijadikan  penyimbolan dari negara maju. Indonesia yang ingin mengikuti arah dari model modernisasi secara tidak langsung akan melakukan praksis dari model modernisasi. Namun karena penyamaan dari modernisasi tidak didukung dengan SDM dan ketersediaan alat, maka indonesia menjadi ketergantungn terhadap luar negeri. Ketergantungan mulai dari alat teknologi, hutang luar negeri, dan kebutuhan komoditi yang lain. ketergantungan yang dialami di indonesia tidak semata-mata hadir begitu saja pada saat ini. Jika flashback ke belakang sejenak, indonesia mengalamai ketergantungan terhitung dari tahun 1980. Ketergantungan yang di alami oleh indonesia pada kurun waktu 1980 yaitu ketergantungan gula dan juga ketergantungan terhadap hutang luar negeri. Tentu pandangan dari para tokoh pencetus dari teori depedence akan dicoba untuk jadi dasar menganalisis dari ketergantungan indonesia pada tahun 1980 oleh penulis. Tokoh pencetus dari teori dependece yang terkenal yaitu andre gunder frank. Maka hal ini berfungsi untuk mengetahui dasar permasalahan pada tahun 1980 melalui ketergantungan gula dan hutang luar negeri oleh indonesia.
Kata kunci : ketergantungan, tahun 1980, teory dependence



Pendahuluan
Kehidupan dewasa ini seiring dengan kemajuan teknologi sebagai akibat dari perkembangan zaman, hal ini banyak mempengaruhi aspek nilai dari kehidupan masyarakat. Sebagai contoh masyarakat mulai bergerak kearah yang lebih modern dengan ditandai hadirnya beragam alat teknolgi canggih dari segi fungsinya.  [1]Hadirnya Sentuhan teknologi, membantu manusia melalui beragam kemudahan, dapat menghemat tenaga, dapat mempersingkat waktu, dapat mempersempit jarak, dan dapat memastikan hasil yang diinginkan”.
Kemunculan pelbagai macam kebutuhan seperti teknologi informasi, alat transportasi dan kebutuhan-kebutuhan penunjang lainnya bagi masyarakat modern, merupakan sebagai akibat dari konsep model moderenasasi yang telah menjamur kuat dimasyarakat. Modernisasi memaksakan masyarakat dari dunia ketiga untuk mengikuti asusmi dasar dari konsep modern yang di gambarkan oleh negara maju. Tentu hal ini akan sulit di capai untuk negara dunia ketiga. Hal inilah yang menjadi dasar penyebab negara ketiga seperti indonesia terjerumus masuk kelubang ketergantungan. Sejalan dengan itu Hassan SB (2008 : 358) mengatakan [2]“model negara yang paham betul bagaimana cara melakukan modernisasi di negaranya, akhirnya akan meraih kemajuan yang mengagumkan. Satunya model negara terbelakang, dengan memilih modernisasi yang ternyata membawa kemunduran.”
Hadirnya masyarakat modern merupakan akibat dari percepatan perkembangan teknologi yang semakin maju. Tentu perkembangan dari teknologi memunculkan perkembangan dan perubahan. Dimana [3]“ditandai dengan ciri-ciri: semakin mudah, halus, cepat, indah, megah dan canggih. Hal-hal ini dapat nampak pada pembangunan sekarang ini. Peralatan yang semakin baik, gedung-gedung megah pencakar langit dll”.  Namun melalui perkembangan teknologi yang semakin cepat, tentu juga akan menghadirkan dampak negatif dari percepatan teknologi. Salah satunya, akan mengakibatkan psikologi sosial tergangu sebagai akibat dari ketergantungan terhadap barang produksi.  
Lebih jauh lagi,  ketergantungan yang hadir di indonesia sampai saat ini tertuju kepada ketergantungan kebutuhan komoditi. Seperti yang kita ketahui, indonesia yang merupakan negara berbasis pertanian sering kali mengalami pelbagai masalah. mulai dari krisis kebutuhan komoditi seperti gula pada tahun 1980, pangan bahkan sampai persempitan lahan produktif. [4]purwono & heni (2007:3) mengutarakan “sampai saat ini ketergantungan pangan padi masih sangat besar. Dari total kalori yang dikomsumsi oleh masyarakat indonesia hampir 60% dicukupi oleh beras. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi pola ketahanan pangan nasional. Penurunan produksi padi akibat gagal panen atau sebab lain akan berpengaruh terhadap kecukupan pangan nasional.” Selanjutnya ketergantungan gula yang disebabkan oleh kegagalan mempertahankan produksi gula pada tahun 1980. [5]“Diawali pada krisis moneter tahun 1998, harga gula mengalami fluktuasi. Karena ketergantungan Indonesia dalam mengimpor gula ke luar negeri, maka harga gula juga disesuaikan dengan harga pasaran diluar negeri, hal ini yang menyebabkan harga gula mengalami fluktuasi”
Pelbagai ketergantungan yang hadir di indonesia tidak hanya menyebar luas akhir-akhir ini saja. Namun ketergantungan tersebut telah dimulai sejak  tahun 1980. Artikel ini sengaja dibuat oleh penulis, bukan hanya sekedar tuntutan untuk syarat kelulusan mata kuliah sosiologi pembangunan. Namun lebih jauh, untuk mengungkap dan mengetahui pelbagai ketergantung yang di alami indonesia pada kurun waktu tahun 1980. Selanjutnya juga bagaimana pandangan dari tokoh seperti andre gunder frank dari pencetus terory dependence menjadi dasar analisa penulis untuk mengorek informasi pelbagai ketergantungan yang menimpa indonesia pada tahun 1980.

Pembahasan
   Modernisasi menjadi arah dari ketergantungan
Modernisasi merupakan sebuah istilah yang sering digunakan orang  untuk menilai suatu negara dikatakan sebagai negara maju. Modernisasi yang seiring dengan perkembangan zaman sering disimbolkan melalui negara maju melalui aspek-aspek kehidupan, kerja, produksi, budaya dll. tentu jika berbicara tentang  modernisasi sedikit banyak akan membahas anggapan tentang modern. Tentu anggapan tersebut  harus berlandaskan pada teori modernisasi. Sebelum membahas tentang teori modernisasi. Hadirnya dari modernisasi juga berdampak terhadap hadirnya westernisasi, bagja waluya (2007:95) mengatakan “[6]westernisasi sendiri memiliki makna meniru perilaku dan tindakan orang barat yang dianggap modern dan selanjutnya melupakan budaya sendiri”. Hadirnya moderinisasi di negara berkembang atau negara dunia ketiga seperti halnya indonesia. Seolah  memaksakan masyarakat untuk dapat terarah ke model  modern melalui segi tindakan, gaya, dan perilaku menyamai orang barat.
Tentu hal tersebut akan berdampak buruk, karena hadirnya westernisasi pada masyarakat dunia ketiga akan membuat kesadaran pada aktivitas perilaku dan tindakan masyarakat di negara dunia ketiga berusaha menyamai orang barat. Tentunya jika tindakan dan perilaku tersebut berusaha menyamai orang barat maka aktivitas dari segi ekonomi misalnya, akan hanya membuat ketergantungan terhadap produk dari yang dihasilkan orang barat. Karena untuk menyamai dengan orang barat maka, akan juga menyamai dari aspek kehidupan  yang digunakan orang barat seperti baju, teknologi, perilaku dll.
Setelah berbicara westernisasi sebagai akibat dari modernisasi, maka posisi dari modernisasi melalui teorinya yaitu teori modernisasi harus mampu menjawab dari ketergantungan. Maka definisi dari teori modernisasi harus dapat berkorelasi dengan keaadan lokal di indonesia.  Arif budiman (2006 : 9) menyangkal bahwa Teori modernisasi [7] “yakni teori yang mengatakan bahwa kemiskinan suatu negara berpangkal pada persoalan internal negara bersangkutan, dan karenanya solusi yang diperlukan adalah memodernkan negara tersebut menjadi pilihan utama untuk menjelaskan dan memproyeksikan pembangunan negara.” Menurutnya [8]kemiskinanan ataupun ketergantungan adalah akibat dari bekerjanya kekuatan-kekuatan luar yang menyebabkan negara gagal melalui pembangunannya.
Selanjutnya arif budiman berbicara tentang inti dari teori ketergantungan yang pada taraf ini berseinergi dengan keadaan di indonesia. [9]“Menurutnya teori ketergantungan adalah bahwa sebab utama kemiskinan dan kegagalan pembangunan di negara-negara dunia ketiga bukan karena keterlambatan modernisasi, tapi justru karena adanya campur tangan kapitalis yang dapat menghambat dan menghalangi perkembangan negara itu”. pernyataan arif budiman ini secara ekplisit menyadarkan kita bahwa ketergantungan yang sampai detik dialami oleh indonesia bukan terjadi melalui masalah internal. melainkan adanya campur tangan orang luar (kapitalis) yang membuat bangsa mengalami kemunduran dan tidak berkembang dan hanya mengandalkan orang luar. Maka  hal inilah yang mengakibatkan ketergantungan indonesia terhadap orang luar (kapitalis)
           
               Ketergatungan Yang Terjadi Di Indonesia Pada Kurun Waktu 1980
Ketergantungan yang kerap kali hadir di indonesia sampai saat ini tetap menjalar. Mulai dari ketergantungan teknologi dan kebutuhan komoditi. Ketergantungan yang hadir di dunia ketiga, seperti yang diungkap oleh arif budiman memilki dampak yang buruk bagi perkembangan dan kemajuan negara. Tuturnya,  ikut campurnya peran kapitalis yang membuat negara dunia ketiga seperti halnya indonesia yang  membuat ketergantungan itu menjalar sampai saat ini. Indonesia yang mulai terjerumus kedalam jurang ketergantungan hadir kurang lebih pada kurun waktu 1980.
Ketergantungan yang di alami di indonesia pada kurun waktu 1980 yaitu ada pada ketergantungan gula dan hutang luar negeri. Seperti yang di kutip penulis,  Adwin Surya Atmadja (2000 : 8 ) mengungkapkan [10]Karena semakin pesatnya pembangunan dan terbatasnya kemampuan pemerintah untuk secara terus menerus menjadi penggerak utama pembangunan nasional, terutama sejak krisis harga minyak dunia awal tahun 1980-an, menyebabkan pemerintah harus mengambil langkah-langkah deregulasi di berbagai sektor pembangunan Karena semakin pesatnya pembangunan dan terbatasnya kemampuan pemerintah untuk secara terus menerus menjadi penggerak utama pembangunan nasional, terutama sejak krisis harga minyak dunia awal tahun 1980-an, menyebabkan pemerintah harus mengambil langkah-langkah deregulasi di berbagai sektor pembangunan Dengan semakin besarnya minat investasi swasta, tapi tanpa didukung oleh sumber-sumber dana investasi di dalam negeri yang memadai, telah mendorong pihak swasta melakukan pinjaman ke luar negeri, baik dalam bentuk pinjaman komersial maupun investasi”. Tentu hadirnya ketergantungan terhadap modal yang diberikan oleh negara lain kepada indonesia Secara langsung dapat membantu  indonesia.  Namun pada jangaka panjang hal ini hanya akan membuat negara indonesia semakin ketergantungan secara berkelanjutan terhadap negara pemberi modal.
Selanjutnya ketergantungan gula yang dihadapi indonesia pada kurun waktu tahun 1980. Ketergantungan komoditi ini di awali pada tahun 1998, meskipun pada kurun waktu 1980 pengahasilan gula mengalami peningkatan selama kurang lebih  9  tahun. Namun pada sekitar tahun 1998 barulah mulai ketergantungan terjadi. [11] “Diawali pada krisis moneter tahun 1998, harga gula mengalami fluktuasi. Karena ketergantungan Indonesia dalam mengimpor gula ke luar negeri, maka harga gula juga disesuaikan dengan harga pasaran diluar negeri, hal ini yang menyebabkan harga gula mengalami fluktuasi” . tentu permasalah ketergantungan pada dasarnya di mulai dari kesalahan pada tahun 1980. Dimana pada tahun tersebut indonesia kurang mampu mempertahankan ketahanan komoditi gula. yang selanjutnya komoditi gula kandas dan mengalami ketergantungan pada kurun tahun 1998.
  

   .Andre Gunder Frank Memandang Problem Pada Tahun 1980 Melalui Teori Depedence
 Pencetus teori dependence salah satu tokoh yang paling termasyur yaitu Andre Gunder Frank. Frank secara ekplisit menjelaskan kenapa negara-negara pada dunia ketiga  cenderunga ketergantungan terhadap negara maju. Frank dalam (koirudin : 229) menyatakan dalam [12]teori ketergantungannya, bahwa keterbelakangan negara-negara Dunia ketiga adalah berangkat dari akibat-akibat struktural. Artinya seiring dengan makin majunya negara dunia pertama atau maju, maka pada saat yang sama negara dunia ketiga akan mengalami teralienasi.” 
Tentu sependapat dengan frank, dengan problem masalah ketergantungan 1980. hal ini tentu sangat berkorelasi sekali. Dimana karena posisi dari  dunia pertama mengalami kemajuan maka tentu dari semua aspek dunia ketiga akan berkaca dan mempersepsikan idealitas dari negara pertama, tentu sebab dari itu negara dunia ketiga mengalami keterasingan. Pada taraf kebertahanan ekonomi, memang negara dunia pertama dinilai lebih stabil. sebab inilah yang  membuat negara dunia ketiga meminta sokongan bantungan modal untuk tujuan kestabilan ekonomi untuk menyamai negara dunia pertama . tentu hal tersebut tidak akan pernah bisa terjadi. Sebab secara teori, kemajuan dari dunia pertama karena sangat cepat maka hal itu akan sulit di ikuti oleh negara dunia ketiga yang baru berusaha maju.
Maka selamanya kedok dari bantuan modal dari negara dunia pertama hanya akan menjadi jebakan bagi dunia ketiga untuk terus ketergantungan modal hutang luar negeri. Tentu perihal tersebut berkolerasi dengan apa yang dihadapi oleh indonesia pada kurun waktu tahun 1980. Dengan melalui problem hutang luar negeri yang sering dilakukan oleh indonesia. Hal itu akan terus menjadi dasar ketergantungan indonesia. yang pada taraf ini,  tidak hanya pada ketergantungan Hutang luar negeri namun juga ketergantung Komoditi gula yang diangkat oleh penulis diatas pada tahun 1980.  Yang di akibatkan dari ketidakmampuan dari dunia ketiga terhadap dunia pertama.     


Kesimpulan
Ketergantungan yang hadir di indonesia mulai dari ketergantungan komoditi dan juga ketergantungan hutang luar negeri sering menjadi problema tersendiri bagi indonesia. Hadirnya konsep modernisasi dan juga westernisasi yang menjadi akibat dari hadirnya ketergantungan terhadap negara pertama. Modernisasi memaksakan masyarakat dari dunia ketiga untuk mengikuti asusmi dasar dari konsep modern yang di gambarkan oleh negara maju. Tentu hal ini akan sulit di capai untuk negara dunia ketiga. Hal inilah yang menjadi dasar penyebab negara ketiga seperti indonesia terjerumus masuk kelubang ketergantungan.
Sejalan dengan itu, westernisasi juga dinilai sebagai model dari ketergantungan. westernisasi pada masyarakat dunia ketiga akan membuat kesadaran pada aktivitas perilaku dan tindakan masyarakat di negara dunia ketiga berusaha menyamai orang barat. Tentunya jika tindakan dan perilaku tersebut berusaha menyamai orang barat maka aktivitas dari segi ekonomi misalnya, akan hanya membuat ketergantungan terhadap produk dari yang dihasilkan orang barat. Problem ketergantungan tidak semata-semata hadir di indonesia begitu saja. Ketergantungan yang dialami di indonesia di awali sejak tahun 1980. Mulai dari ketergantungan Hutang luar negeri dan juga ketergantungan komoditi seperti halnya gula. Tentu praktek tersebut akan membuat negara ketiga semakin ketergantungan terhadap negara pertama.
Selanjutnya posisi dari ketergantungan dilihat oleh kacamata Andre Gunder Frank. diamenjelaskan kenapa negar-negara pada dunia ketiga  cenderunga ketergantungan terhadap negara maju. Lalu dia menyatakan dalam teori ketergantungannya, bahwa keterbelakangan negara-negara Dunia ketiga adalah berangkat dari akibat-akibat struktural. Artinya seiring dengan makin majunya negara dunia pertama atau maju, maka pada saat yang sama negara dunia ketiga akan mengalami teralienasi. Tentu sependapat dengan frank, dengan problem masalah ketergantungan 1980.

hal ini tentu sangat berkorelasi sekali. Dimana karena posisi dari  dunia pertama mengalami kemajuan maka tentu dari semua aspek dunia ketiga akan berkaca dan mempersepsikan idealitas dari negara pertama, tentu sebab dari itu negara dunia ketiga mengalami keterasingan dan juga ketergantungan


______________________________________________________________
 Daftar pustaka :
Gea AA .2005.“Relasi Dengan Dunia (alam, iptek & kerja).PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta.
Purwono & Purnamawati H.2007. “budidaya 8 jenis tanaman panggul”. Penebar Swadaya.Depok.
Basya HS.2008. “Kubisikan Pesan Cinta Untukmu (untaian nasehat penuh cinta untuk kaum muda islam saat melawati masa-masa “kritis” keremaajannya)” . mirqat. Jakarta
Waluya B.2007. “menyelami fenomena sosial di masyarakat”PT Setia Inves. Bandung.
Budiman arif.2006. “Kebebasan, Negara, Pembangunan: kumpulan tulisan, 1965-2005”.Pustakan Alfabet & freedom institut. Jakarta.  
Koirudin.2005. “Menuju Partai Advokasi”. Pustaka Tokoh Bangsa. Yogyakarta

Atmadja AS.2000. “utang luar negeri pemerintah indonesia : perkembangan dan dampaknya”. Artikel. Fakultas ekonomi. Universitas kristen petra surabaya.

Dachliani, D.M . 2006, “permintaan impor gula indonesia tahun 1980 – 2003”.  Tesis, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, universitas diponegoro semarang






[1]Antonius Atosokhi Gea pada buku “Relasi Dengan Dunia (alam, iptek & kerja) Hal 181
[2]Hassan samsi basya pada buku “Kubisikan Pesan Cinta Untukmu (untaian nasehat penuh cinta untuk kaum muda islam saat melawati masa-masa “kritis” keremaajannya)” hal 358
[3]Antonius Atosokhi Gea pada buku “Relasi Dengan Dunia (alam, iptek & kerja) Hal 182
[4]Purwono dan heni purnamawati pada buku “budidaya 8 jenis tanaman panggul” hal 3
[5]Dachliani pada tesis “permintaan impor gula indonesia tahun 1980 – 2003” hal 65
[6]Bagja waluya pada buku “menyelami fenomena sosial di masyarakat” hal 95

[7]Arif budiaman pada buku  “Kebebasan, Negara, Pembangunan: kumpulan tulisan, 1965-2005” pengantar hal 9

[8]Ibid

[9]Arif budiaman pada buku  “Kebebasan, Negara, Pembangunan: kumpulan tulisan, 1965-2005” pengantar hal 11

[10] Adwin Surya Atmadja, pada jurnal “utang luar negeri pemerintah indonesia : perkembangan dan dampaknya” hal 88
[11]Dachliani pada tesis “permintaan impor gula indonesia tahun 1980 – 2003” hal 65
[12] Koirudin pada buku “menuju partai advokasi” Hal 229

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sosiologi berfikir

Artikel bernuansa sosiologis melalui teori dari tokoh-tokoh sosiologi.. @ emil durkheim @ marx weber @ karl marx @ michel foucoult @ antoni giden @ dll

About

Follow Us

artikel bernuansa sosiologis

sosiologi